Menurut tabloid mingguan Shukan Bunshun, telah terungkap bahwa mantan manajer AKB48 Takashi Nodera [38] telah menyembunyikan rekaman video member AKB48 dalam berbagai keadaan saat mereka menanggalkan pakaiannya yang diambil selama ia menjadi manajer.
Materi yang tidak pantas tersebut diambil pada tahun 2009 dan 2010 saat pembuatan film 'Show Must Go On', sebuah film dokumenter yang menunjukkan perjuangan para member untuk menjadi idol group paling populer di Jepang.
![]() |
| Takashi Nodera |
Antara tahun 2007 hingga 2010, Nodera menjabat sebagai manager. Tiga tahun setelah meninggalkan AKB48, Nodera ditangkap atas kasus menyerang secara seksual seorang siswi SD. Nodera kemudian dihukum 16 bulan penjara.
Saat penyelidikan, polisi menemukan 75 film dengan durasi 15 jam yang memperlihatkan video-video terlarang member AKB48 serta 200 foto juga terdapat dalam hard drive Nodera.
Video-video yang diambil antara tahun 2009 dan 2010 memperlihatkan member AKB48 saat berganti pakaian, istirahat atau menggunakan kamar mandi perempuan.
Dalam sebuah video yang berdurasi 58 yang di ambil pada tahun 2010, memperlihatkan member AKB48 yang terlihat duduk-duduk dalam keadaan telanjang di tempat tidur di sebuah kamar hotel. Ada juga rekaman yang diambil pada malam tahun baru di tahun 2009 yang memperlihatkan member di dalam ruang ganti 'NHK Kohaku Uta Gassen'.
"Aku akan berada di luar, jadi silahkan ganti pakaian di ruangan ini" ujar Nodera pada seorang member di salah satu video, yang kemudian menunjukkan member tersebut menaggalkan celana dalamnya.

Dalam kasus lain, Nodera yang telah memiliki istri dan anak ini, menyembunyikan kamera di dalam kamar mandi yang digunakan oleh member. Dia juga menggunakan korek api dan pena untuk menyembunyikan peralatan kamera [digambarkan dalam foto di atas].
Ini bukan pertamakali Shukan Bunshun membongkar kasus dalam tubuh AKB48. Sebelumnya, Shukan Bunshun juga memberitakan hubungan antara eksekutif AKS [perusahaan yang mengelola AKB48] dengan mantan member AKB48 seperti Kasai Tomomi dan Shinoda Mariko. Tahun lalu, Shukan Bunshun mengekspos kegiatan ilegal general manager AKB48 Tomonobu Togasaki, yang terlihat merokok dengan zat ilegal serta bertemu gadis-gadis muda di sebuah hotel di Tokyo.
Ketika dihubungi untuk memberikan komentar, perwakilan AKS mengatakan, "Karena kita tidak bisa memastikan semua fakta ini, untuk sementara kami tidak ada komentar apa pun."
Sumber : Tokyo Reporter

